Nokia 5230

Sebelumnya, keluarga Nokia dengan OS Symbian S60 5th edition dapat dibagi menjadi dua kelompok. Kelas N yang beranggotakan N97 dan N97 mini, dan kelompok XpressMusic dengan 5800 dan 5530 sebagai punggawanya. Kini, kita terpaksa menghapus anggapan itu karena produk Symbian S60 5th edition baru mereka, 5230, tidak termasuk dalam dua golongan tadi.
Biasanya ponsel Nokia yang diawali dengan angka 5 akan secara otomatis dianggap sebagai anggota xpressmusic. Atau minimal dianggap sebagai salah satu produk yang dikhususkan untuk keperluan musik. Rasanya tidak demikian dengan 5230. Tanpa embel-embel seri N dan XpressMusic, ponsel ini membawa sejumlah fitur yang bisa dianggap seimbang untuk berbagai keperluan. Musik ataupun bisnis.
Tidak percaya? Lihat saja deret produk anyar Nokia yang sudah disiapkan. Selain 5230 yang kita bahas kali ini, mereka pun sudah menyiapkan 5230 edisimusik yang masih belum tahu kapan akan diluncurkan.

Inteface
Seperti yang sudah disebutkan di atas, ponsel ini merupakan keluarga symbian s60 5th edition. Artinya, ponsel ini menggunakan kontrol utama berupa layar sentuh.

tidak seperti seri N97 dan N97 mini yang juga membawa keyboard qwerty, 5230 hana mengandalkan interaksi layar sentuh. Hal ini mengingatkan kita pada 5800 dan 5530 XpressMusic. Dan itu hanya satu persamaan. Selanjutnya mulai dari tampilan active idle hingga ke menu dan sub menu akan tampak seperti dua ponsel XpressMusic tadi.

Bila dilihat dari kualitas layar, yang membawa jenis TFT sentuh  resistive 16,7 juta warna dengan resolusi besar 640 x 320 pixel (nHD), maka tampilan ponsel ini sangat menjanjikan. Untuk menampilkan video dan album art, layar ponsel ini sudah lebih dari cukup.

Sesuai dugaan, karena menggunakan jenis layar sentuh resistive maka ponsel ini menyediakan jotter,  sama hanya dengan 5530 XpressMusic. Sebuah strategi yang tepat menurut PULSA, karena jika mengandalkan jotter atau stylus berbentuk dongle dan diletakkan sebagai gantungan ponsel, maka tingkat kenyamanan akan berbeda.

Saat dicoba untuk mengetik sms dan browsing internet, kinerja layar ini bisa dibilang cukup nyaman. Pilihan mengaktifkan fitur getar saat mengakses layar menjadi penolong utama dan rasanya Anda akan membutuhkan itu sepanjang penggunaan.

Multimedia
Semua Symbian S60 5th edition yang sudah ada di pasaran dilepas untuk mengusung fitur multimedia. Bebebrapa dikhususkan untuk fungsi musik, sementara yang lain dipersenjatai dengan multimedia super lengkap. Lalu bagaimana dengan 5230? Jawabannya adalah sama. Tidak ada perubahan pada tradisi S60 5th edition. Ponsel ini tetap membawa fitur multimedia dengan porsi yang lumayan besar.

Seperti biasa ada pemutar musik, video, radio, dan kamera digital. Meskipun dianggap sebagai s60 5th edition paling murah, atau setidaknya lebih terjangkau ketimbang 5th edition lain, fitur yang disediakan tetap lengkap.

Perbedaan tetap ada, namun hanya bersifat kontennya saja. Sebagai contoh, 5800 XpressMusic membawa sejumlah file musik dan video secara default di kartu memori dalam paketan penjualan, sedangkan 5230 tidak membawa satu track pun.

Soal dukungan info id3 tag sih bisa dibilang setara. 5230 tetap mampu menampilkan album art dan sejumlah informasi mengenai lagu yang kita miliki. Mulai dari judul, album dan artis.

Beralih ke pemutar video, 5230 tetap membawa fitur yang setara dengan 5530 XM.Mendukung format MPEG4 dengan resolusi maksimal nHD (seukuran layar), hingga framerate 30 fps.  Jika dibandingkan dengan produk serupa besutan LG, semisal Viewty, memang kemampuan ini tidaklah begitu istimewa. Apa yang Anda harapkan tanpa ada dukungan divx dan Xvid?

Selanjutnya kita lihat kemampuan kamera. Secra umum bisa dibilang mengalami banak penurunan kualtas dibanding S60 5th edition lain. Pertama pada resolusi yang dihasilkan, hanya 2 megapixel. Artinya ukuran foto maksimal yang bisa dihasilkan hanya mencapai 1600 x 1200 pixel saja.

Hal ini diperparah dengan hilangnya kemampuan autofokus. Semua pemotretan dilakukan dengan fix fokus, pada saat seharusnya keberadaan layar sentuh dapat dimanfaatkan untuk autofokus yang lebih baik, semisal menentukan titik fokus pada area yang disentuh.

Tanpa lampu kilat, bahkan pemotretan di dalam ruangan pun tampak kurang memuaskan. Foto tampak dipenuhi dengan noise. Sementara foto outdooor masih bisa dianggap bagus, standar kamera ponsel.

Konektivitas
Bagusnya, 5230 dilengkapi dengan fitur-fiur koneksi yang mumpuni. Seidaknya untuk melakukan browsing dan data terkini, 5230 sudah  dilengkapi dengan modem HSDPA 3,6 mbps. Bersama Bluetooth dan kabel data, ketiganya menjadi sandaran 5230 dalam melakukan koneksi dengan internet dan perangkat lain.

Tidak ada WiFi seperti pada 5800 XM, namun browser yang dibawa cukup mudah digunakan, terlebih jika digunakan dengan metode sentuh seperti ini.

Aplikasi dan Instalasi
Kini kita tidak lagi akan kesulitan mencari aplikasi yang tepat untuk Symbian S60 5th edition. Hampir semua pengembang software telah memproduksi aplikasi untuk sistem ini. Namun terlepas dari itu, secara default 5230 sudah membawa sejumlah fungsi yang menarik.

Umumnya memang multimedia, namun sebagai standar S60 5th edition, sejumlah fitur office dan GPS pun ikut disertakan.  Sekali lagi, semua masih standar. Tidak ada quickOffice atau editor dokumen lain. Sementara GPS receivernya tetap mengandalkan A-GPS Nokia yang sudah teruji.

Namun yang cukup menarik adalah kehadiran sejumlah fitur Online alias social networking semisal Facebook dan fitur chatting. Ini merupakan keuntungan menjadi anggota Symbian S60 5th edition. Dimana sejumlah aplikasi yang khusus dikembangkan untuk jenis ponsel ini dapat diinstal di 5230 tanpa ada kesulitan pada kompatibilitas.

Hardware
Beberapa isu penurunan kualitas juga didapati pada bagian hardware. Terutama pada material plastik yang digunakan 5230. Meskipun terlihat glossy, namun bahan plastik yang digunakan dirasakan lebih tipis ketimbang produk S60 5th edition lain. Beruntung Nokia mensiasati nya dengan menawarkan warna-warna yang ceria dan penutup baterai (backCover) ang dapat digonta-ganti dengan warna kesukaan Anda.

Ponsel ini menggunakan prosesor ARM 11 berfrekuensi 434 MHz. Masih kalah jika dibandingkan beberapa ponsel bisnis Nokia terbaru. Namun sudah cukup mumpuni untuk keperluan musik dan auto rotate-nya, bersama dengan SDRAm sbeesar 128 MB rasanya tidak ada maslaah pada kinerja.

Dalam paket penjualan kita akan memperoleh memori card MicroSD 2 GB yang berisi data peta Nokia. Sementara untuk maslaah daya, Nokia 5230 menyerahkannya pada baterai Li-ion 1320 mAh (BL-5J). Dalam percobaan, PULSA mendapati baterai ini mampu bertahan hingga 2 hari dalam sekali charging.

Kesimpulan
Nokia berlayar sentuh atau yang biasa kita kenal dengan Symbian S60 5th edition kini sudah mulai terjangkau. Produk barunya yang paling segar hanya dibanderol di angka 2 jutaan saja. Namun tetap mebawa sejumlah fitur penting sebuah ponsel multimedia Nokia.

Namun namanya juga poduk murah, sejumlah hal mesti dikorbankan. Salah satunya adalah kamera. Meski bukan satu-satunya hal yang mengalami degradasi, isu pada kamera dapat menjadi hal besar di kemudian hari. Kecuali ketika harga 5230 mengalami penurunan lagi. Siapa tahu? (sumber:Tabloid Pulsa)
Read More......

Broadband Bukan untuk Adu Cepat

PT Telkomsel baru-baru ini memperluas jaringan broadband mereka hingga ke 25 kota di Indonesia. Terakhir, operator tersebut telah melakukan upgrade jaringan seluler GSM mereka ke HSPA+ di Palangkaraya hingga mampu mendukung transmisi data berkecepatan 21Mbps.

Meski demikian, menurut Dedi Suherman, General Manager Network Operation Regional Kalimantan Telkomsel, bicara broadband bukanlah bicara adu cepat.

“Bandwidth 20Mbps, 40Mbps, dan seterusnya, buat apa?" kata Dedi dalam keterangannya di Jakarta, Senin 4 Oktober 2010. “Yang jauh lebih penting dari layanan data broadband adalah kapan pun dan di mana pun dibutuhkan, layanan tersebut bisa dipakai.”

Di dunia broadband, Dedi melanjutkan, berlaku teori 10:90. “Sepuluh persen pengguna broadband mengonsumsi hingga 90 persen bandwidth jaringan,” ujar Dedi. “Pengguna seperti inilah yang membuat layanan broadband menjadi tidak bisa digunakan oleh pengguna lain saat dibutuhkan.”

Untuk itu, menurut Dedi, Telkomsel telah menggunakan teknologi end to end QoS (Quality of Service). “Tujuannya adalah untuk memastikan pengguna yang membayar layanan dengan tarif tertentu dapat menikmati layanan dengan kualitas sesuai yang dibayarkan,” katanya.

“Pengguna yang membayar layanan premium dengan tarif Rp1,5 juta misalnya, tentu mendapatkan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang membayar Rp125 ribu per bulan,” tutur Dedi. “Bagi mereka, perlu ada perbedaan throughput.”

Dengan menggunakan QoS, Dedi menjelaskan, pelanggan yang hanya menggunakan mobile broadband untuk menghabiskan bandwidth atau melakukan hobi download, bisa dikelola dengan lebih baik.

Sumber : Vivanews
Read More......

Facebook Terancam Diblokir

Facebook terancam menghadapi masalah besar di Turki. Dikabarkan, pemerintah sedang membicarakan seputar pemblokiran situs tersebut. Padahal, Turki merupakan negara terbanyak ketiga yang menyumbangkan jumlah pengguna ke Facebook di luar Amerika Serikat.

Fethi Simsek, Head of the Telecommunication Transmission Directorate Turki menyebutkan, lembaga yang dipimpinnya lebih memiliki kewenangan untuk menutup situs, sesuai dengan Undang-undang nomor 5651 pasal 8.

Perdebatan seputar Facebook tersebut dipicu oleh permintaan dari Kemal Kilicdaroglu, pemimpin partai oposisi Turki yang diserang di Facebook dengan pernyataan bahwa ia merupakan “anggota PKK”. Masalah seperti itu bisa menjadi alasan untuk menutup Facebook.

“Facebook bisa diblokir jika situs itu mengandung konten yang melanggar undang-undang,” kata Simsek, seperti dikutip dari AllFacebook, 12 Oktober 2010. “Berhubung Facebook tidak menghapuskan konten yang bersangkutan, pemerintah memutuskan akan memblokir situs itu,” ucapnya.

Simsek menyebutkan, situs yang memperkenankan seseorang memberikan komentar yang menghina orang lain, baik di media sosial atau media apapun, tentunya tidak perlu didukung atau diperkenankan beroperasi.

Meski demikian, Serhat Ozeren, Chairman of Internet Board Turki menyebutkan, pemblokiran Facebook tidak perlu dilakukan jika konten yang menghina telah dihapus. “Saya sendiri tidak bisa menemukan lokasi di mana group Facebook yang menyatakan bahwa Kilicdaroglu merupakan ‘anggota’ PKK,” ucapnya.

Sebagai informasi, Turki sedang berusaha untuk bergabung ke Uni Eropa dan perlu memperlihatkan capaian yang baik dalam hak asasi manusia dan kebebasan sipil jika ingin diterima. Sementara itu, Facebook merupakan situs yang sangat sukses di negeri yang memiliki populasi 74 juta penduduk dan 22,943,100 pengguna Facebook.

Sumber : Vivanews

Read More......

Bibit Kehidupan Bumi dari Luar Angkasa?

 Sejumlah ilmuwan menemukan air beku alias es dan molekul organik dalam asteroid bernama 65 Cybele. Ini merupakan asteroid kedua yang mengandung unsur dan cikal bakal kehidupan Bumi.

Seperti dikutip dari laman The Telegraph edisi 9 Oktober 2010, penemuan ini akan memperkuat ide bahwa asteroid membawa unsur utama kehidupan Bumi. Temuan ini dibahas dalam pertemuan ilmuwan planet di Pasadena, Amerika Serikat.

Ilmuwan juga menduga bahwa bibit kehidupan Bumi sebenarnya dari luar angkasa kemudian dibawa masuk ke Bumi oleh asteroid.  Peneliti ini juga menyimpulkan hal serupa saat April lalu, mereka menemukan bukti pertama pada asteroid bernama 24 Themis. Kedua asteroid ini ditemukan di sabuk asteroid yang berada antara Mars dan Jupiter.

"Penemuan ini juga mengindikasikan bahwa wilayah tatasurya kita mengandung air beku lebih banyak dari perkiraan semula," kata Profesor Humberto Campinsan, ahli astronomi dari University of Central Florida. Dia juga mempimpin tim ilmuwan dalam penelitian ini.

"Ini mendukung teori bahwa asteroid telah menghantam Bumi dan membawa air ke planet kita ini dan membangun blok dan format kehidupan di planet ini."

Profesor Campins memaparkan penemuannya dalam pertemuan rutin 'American Astronomical Society’s Division for Planetary Sciences' di Pasadena, California.

Asteroid 65 Cybele ini lebih besar dibandingkan 24 Themis, dengan diameter 180 miles. Sedangkan, Themis berdiameter 124 miles. Read More......

Telkomsel Pangkas Tarif BlackBerry

Mempersengit kompetisi BlackBerry di Tanah Air, PT Telkomsel kembali memangkas tarif paket BlackBerry Internet Service (BIS) Unlimited bulanan menjadi Rp90.000.

Untuk mengaktivasi paket ini, pelanggan dapat mengakses *363# lalu memilih paket BlackBerry Unlimited bulanan. Sayangnya, paket seharga Rp90.000 tersebut hanya dinikmati di bulan pertama.

“Akan tetapi, di bulan-bulan selanjutnya pelanggan hanya perlu merogoh kocek Rp99.000 per bulan,” kata Gideon Edie Purnomo, Vice President Channel Management Telkomsel, di sela peluncuran BlackBerry Torch 9800, di Jakarta, Jumat 8 Oktober 2010.

Bahkan, bagi yang mengaktivasi sebelum 15 Oktober 2010, pelanggan yang belum pernah berlangganan BlackBerry Telkomsel berhak menikmati paket BlackBerry Unlimited bulanan dengan tarif Rp70.000 di bulan pertama.

Di samping Paket BlackBerry Unlimited (full services) seharga Rp90.000, Telkomsel juga menurunkan harga paket BlackBerry Business (chatting dan e-mail) dari Rp80.000 menjadi Rp65.000, dan Paket BlackBerry Lifestyle (chatting dan jejaring sosial) dari Rp60.000 menjadi Rp45.000.

Ketiga tarif baru ini berlaku mulai 16 Oktober 2010 hanya untuk pelanggan yang belum pernah berlangganan paket BlackBerry Telkomsel. Untuk aktivasi pada 1-15 Oktober 2010, pelanggan baru hanya dikenakan biaya Rp70.000.

Sekadar diketahui, per Oktober 2010, Telkomsel mencatat pertumbuhan pelanggan BlackBerry sebesar 100 persen dibandingkan 2009 menjadi 700 ribu pelanggan.

Merujuk pada data lembaga survei independen, anak perusahaan Telkom Group itu mengklaim sebagai penyedia layanan BlackBerry terbesar dengan 35 persen pangsa pasar, dari kurang lebih dua juta market size.

Sumber : Vivanews
Read More......

68 Persen Aplikasi iPhone Berbahaya

Menurut laporan terbaru seputar keamanan iPhone, terungkap bahwa sebagian besar aplikasi pihak ketiga yang tersedia untuk perangkat berbasis iPhone berbahaya. Mereka mentransmisikan Unique Device Identifier (UDID) yang tidak dienkripsi yang bisa digunakan untuk mencuri informasi pribadi penggunanya.

Dari penelitian terhadap aplikasi yang masuk di kategori “Most Popular” dan “Top Free” di App Store, terbukti bahwa 68 persen software mentransmisikan UDID dari perangkat milik pengguna. Selain itu, 18 persen aplikasi mengenkripsi komunikasinya sehingga tidak bisa diketahui data apa yang mereka bagikan.

Temuan tersebut diungkapkan oleh Eric Smith, Network Administrator dari Bucknell University yang dua kali meraih gelar di ajang pakar keamanan global, DefCon.

Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan 57 aplikasi yang tersedia untuk iPhone dan diketahui bahwa informasi personal itu dikirimkan dalam bentuk teks biasa, yang semakin berpotensi tidak aman.

Sebagai informasi, UDID merupakan identifier unik yang diberikan terhadap setiap perangkat berbasis iOS termasuk iPod touch, iPhone, dan iPad. Kode ini digunakan untuk mencegah pembajakan terhadap software yang ada di App Store.

Smith membandingkan, UDID pada perangkat berbasis iOS serupa dengan Processor Serial Number yang diberikan Intel pada prosesor Pentium 3 mereka. Ketika itu keputusan Intel tersebut mengundang kontroversi dan kemarahan dari kelompok keamanan. Sayangnya, hal serupa tidak terjadi pada Apple.

Beberapa aplikasi yang diketahui mengirimkan UDID iPhone antara lain adalah software dari Amazon, Chase Bank, Target, dan Sams Club. Bahkan aplikasi CBS News lebih parah. Ia mengirimkan UDID beserta user-assigned name untuk iPhone, yang umumnya mencakup nama asli pemiliknya.

“Sebagian besar pembuat aplikasi iPhone mengumpulkan dan menyimpan data UDID dari jauh, dan beberapa produsen ini juga memiliki kemampuan untuk mengaitkan UDID dengan identitas asli penggunanya,” kata Smith.

“Sebagai contoh, aplikasi Amazon mengkomunikasikan nama asli pengguna yang login dalam bentuk teks standar, lengkap dengan UDID, mengizinkan Amazon dan penyadap jaringan dengan mudah mencocokkan UDID dengan nama pemilik telepon tersebut,” ucapnya.

sumber : Vivanews Read More......

Cara Dongkrak Ranking Website di Google

Memasuki era media sosial, berbagai perusahaan berbondong-bondong menyorot social media di Internet sebagai media baru untuk memperkuat brand marketing-nya. Adapun satu dari sekian banyak cara efektif adalah dengan memanfaatkan fasilitas pencarian yang dimiliki raksasa Internet seperti Google, Yahoo, dan Bing.

Google sendiri menawarkan dua layanan yang bisa mengoptimalisasi pencarian produk Anda di mesin pencari Goole, termasuk Search Engine Optimization (SEO) dan Google Paid Search atau dikenal juga dengan Google AdWords.

SEO merupakan suatu teknik agar website yang Anda punyai mudah ditemukan di search engine milik Google dengan riset keyword https://adwords.google.com/select/KeywordToolExternal apa yang banyak dipakai pengunjung.

Selanjutnya, Anda bisa membuat artikel-artikel dengan judul atau konten yang bersinggungan dengan keyword-keyword tersebut.

“Biasanya keyword-keyword tersebut sangat dekat dengan produk yang Anda punya atau baru luncurkan,” jelas Sanchit Sanga, Regional Director GroupM Search, di sela acara Groupm Leadership Series 2010: Digital Is Now! di Jakarta, Senin 4 Oktober 2010.

Sedangkan Google Paid Search merupakan salah satu layanan mesin pencarian yang lebih mudah dan efektif namun berbayar. Jika ada pencarian keyword yang berkaitan dengan produk Anda di Google, maka website Anda akan muncul di halaman pertama sebagai pesan sponsor.

“Jika Anda membeli ad di Google, Yahoo, atau Bing, mereka akan mengoptimalisasi keyword yang pencari masukkan di masing-masing search engine. Dengan teknologi yang kami punya, produk yang Anda akan selalu tampil di depan dan itu bisa mendongkrak rangking website Anda sekaligus memperkuat brand Anda,” ujar Sanchit.

Sayangnya, layanan berbayar tersebut (GoogleAdWords -red) cukup mahal. Sehingga hanya bisa dijangkau oleh perusahaan besar atau level enterprise. Adapun dua pilihan paket yang ditawarkan Google, yakni biaya langgan tetap sebesar 15-20 persen dari total pengeluaran perusahaan.

Paket lainnya adalah berbasis komisi. Paket ini lebih fleksibel karena tergantung pada kocek operasional perusahaan tiap tahunnya. “Sebagai contoh, jika pengeluaran perusahaan tersebut mencapai US$100 ribu, kami mengambil US$15-20 ribu dari jumlah itu,” ucap Sanchit.

Di Indonesia, Google mengaku telah mempunyai kurang lebih 20 pelanggan yang menggunakan layanan Google Paid Service. “Saya tidak bisa sebutkan siapa saja. Terlalu rahasia. Salah satunya saja, PT Telkomsel,” ucap Sanchit.

Sumber : Vivanews

Read More......